PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DIALOG DENGAN PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI PIXTOON PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMK NEGERI 1 KRAGILAN

Oleh:

Nuraeni Muthoharoh, M.Pd

Abstrak: Peningkatan Keterampilan Menulis Dialog Dengan Penggunaan Media Pixtoon pada Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Peserta Didik Kelas XI di SMK Negeri 1 Kragilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan media Pixtoon, khususnya (1) desain visual, (2) pelaksanaan, (3) penilaian otentik dan (4) peningkatan keterampilan menulis. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan di kelas XI Administrasi Keuangan Lembaga (AKL) dengan tiga siklus. Pada siklus I dilakukan pemahaman materi ‘Suggestion and Offering’ yaitu fokus pada mengidentifikasi dan memahami struktur kebahasaan, fungsi sosial, sruktur teks (Low Order Thinking), pada Siklus II, Menggunakan ungkapan ‘Suggestion and Offering’. Siklus III pada (Heigher Order Thinking) kognitif 4, peserta didik mampu menganalisa konteks yang diintegrasikan dengan materi Suggestion and Offering’. dan psikomotorik 4 yaitu membuat percakapan atau dialog ‘Suggestion and Offering’ dengan menggunakan media teknologi digital yaitu Pixtoon. Data diperoleh dengan tes, rubrik, dan observasi, dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: (1) desain pembelajaran berbasis penggunaan technology aplikasi pixtoon dapat diintegrasikan ke dalam pendekatan saintifik melalui modifikasi penggunaan media aplikasi, (2) pelaksaanaan pembelajaran media aplikasi dapat meningkatkan pasrtisipasi aktif dan kreatif peserta didik dalam melakukan lima langkah pembelajaran saintifik, (3) penilaian otentik dilakukan dengan observasi untuk penilaian sikap, , soal menyusun kalimat berdasarkan konteks gambar untuk nilai pengetahuan dan rubrik instrument menulis untuk penilaian keterampilan menulis, (4) pembelajaran berbasis media aplikasi pixtoon dapat mengembangkan sikap kerjasama, disiplin, inovatif, kreatif, dan percaya diri peserta didik meningkatkan pengetahuan berbahasa yaitu 70% peserta didik tuntas pada Akumulasi persentase pada nilai sikap siklus I, 70% untuk siklus II, 85% dan untuk siklus III, 90%. Akumulasi persentase nilai pengetahuan siklus I, 70%, siklus II 83,6% dan 84,8%.

Kata kunci: keterampilan menulis, media aplikasi pixtoon, partisipasi aktif

PENDAHULUAN

Kemampuan bahasa Inggris dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan; dimulai dengan meningkatkan kompetensi pengetahuan jenis, kaidah dan konteks suatu teks, dilanjut dengan kompetensi keterampilan yang menyajikan suatu teks yaitu (1) interpersonal, (2) transaksional, dan (3) fungsional. Dalam interpersonal teks berfungsi menjaga hubungan interpersonal, dalam teks transaksional berfungsi untuk bertukar informasi, dalam fungsinonal teks berfungsi untuk menjelaskan kegiatan tertentu baik terencana maupun spontan dengan pelafalan intonasi yang tepat, dan bermuara pada pembentukan sikap kesantunan. Salah satu kemampuan bahasa Inggris adalah keterampilan menulis. Baik menulis teks interpersonal transaksional dan fungsional.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh peserta didik. Menurut Saleh Abbas (2006:125) keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Salah satu keterampilan menulis adalah menulis dialog. Menulis teks interaksaksional lisan dan tulis.

Menulis dialog adalah menulis percakapan antara dua orang atau lebih. Menulis dialog harus memperhatikan isi cerita dan peran yang disesuaikan dengan tema, permasalahan (konflik) dan konteks pada cerita yang digambarkan.

Dalam hal ini tentu menulis merupakan keterampilan yang membutuhkan ide kreatif dan gagasan dalam menentukan dialog apa yang tepat, menulis dialog juga merupakan keterampilan yang membutuhkan Heigher Order Thinking, dimana peserta didik membutuhkan tingkat pemikiran yang tinggi untuk menganalisa konteks, karakter, ide cerita sehingga dapat menghasilkan dialog. Hal tersebut menjadi permasalahan ketika sebagian peserta didik tidak dapat menunjukan kompetensi menulisnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan berbahasa Inggris meliputi tata bahasa, struktur teks pada dialog, isi dialog yang mudah dipahami, teks dialog yang sesuai dengan genre yang dipilih, ide penulisan yang relevan, menguasai pembendaharaan kata yang digunakan dalam menulis dialog sangat efektif, menggunakan variasi lexical dengan benar.

Dalam meningkatkan keterampilan menulis dialog yang membutuhkan pemikiran tingkat tinggi sangat membutuhkan partisipasi motivasi peserta didik, dan inovasi dalam pembelajaran yang dapat menyokong kreaktifitas peserta didik untuk mencapai indikator pencapaian. Salah satu hal yang mendukung kreatifitas peserta didik adalah penggunaan media ajar. Guru harus memikirkan media ajar yang tepat, dan dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran; mulai dari desain, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi pada pencapaian peserta didik dalam proses pembelajaran.

Secara umum media ajar dapat diartikan sebagai apapun yang bisa digunakan oleh guru dan pembelajar untuk memfasilitasi proses belajar. Schramm (1977) dikutip dalam Rudi dan Cepi (2008: 6) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah “teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran”.

Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kreatifitas ide peserta didik dpada keterampilan menulis. Media pembelajaran yang diintergrasikan degan pengetahuan teknologi, dan pengetahuan konten. Media aplikasi yang digunakan berupa media Pixtoon. Media Pixtoon adalah aplikasi yang dapat berupa gambar, komik. Peserta didik dapat mengaplikasikan dan membuat dialog pada gambar yang tepat berdasarkan konteks situasi yang diciptakan dengan menggunakan media Pixtoon.

Dalam proses pembelajaran yang dilakukan yaitu menggunakan urutan sebagai berikut:

Siklus I. mengidentifikasi, memahami fungsi sosial, struktur teks, unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait saran dan tawaran.

Siklus II. Menggunakan ungkapan-ungkapan memberi dan meminta informasi terkait saran dan tawaran sesuai dengan konteks penggunaannya (Lots) C3 dan Menganalisis saran dan tawaran yang tepat sesuai dengan konteks (Hots) C4

Siklus III. Menciptakan komik strip yang melibatkan memberi dan meminta informasi terkait saran dan tawaran (P4).

Pada proses pembuatan dialog di siklus III, peserta didik mengintegrasikan dengan media pixtoon melalui pendekatan TPACK. (a) pengetahuan materi terkait membuat dialog suggestion and offering (b) pengetahuan proses strategi pembelajaran (c) pengetahuan menggunakan teknologi digital seperti media Aplikasi Pixtoon (d) mengintergariskan pengetahuan tentang suggestion and offering dengan strategi pembelajaran dan penggunaan teknologi digital.

Semuanya bertujuan untuk pengembangan diri peserta didik yaitu sikap kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, dikembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan materi pembelajaran dan teknologi media Pixtoon.

Dengan menggunakan media Pixtoon diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam keterampilan menulis dialog dan terjadi perubahan positif pada partisipasi belajar dan hasil belajar peserta didik.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas dilakukan pada peserta didik kelas XI Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) di SMK Negeri 1 Kragilan Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan tiga siklus. Prosedur dalam setiap siklusnya diawali dengan perancanaan tindakan (Plan), penerapan tindakan (action), pengamatan (observation) dan evaluasi proses dan hasil tindakan yang direfleksikan dan seterusnya sampai perbaikan tercapai atau ada temuan tindakan tepat berdsarkan criteria keberhasilan pada Indikator pencapaian kompetensi.

Sumber data hasil belajar (keterampilan menulis) diperoleh menggunakan tes psikomotor pada siklus III (Rubric of writing) dilengkapi dengan hasil penilaian sikap (afektif) yang diperoleh melalui lembar pengamatan sikap dan pengetahuan yang diperoleh melalui tes. Data proses pelaksanaan pembelajaran menulis dialog dengan menggunakan aplikasi media pixtoon diperoleh dari hasil pengamatan melalui instrument Penliaian Kinerja Guru (IPKG) dan data dianaliss menggunakan deskriptif kualitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perencanaan dan tindakan pembelajaran pada Siklus I diawali dengan peserta didik mengidentifikasi dan memahami struktur teks, fungsi sosial dan unsur kebahahasaan interaksi transaksional lisan dan tulis dengan pembahasan suggestion and offering. Nilai akumulasi afektif atau penilaian sikap peserta didik yaitu 70% dengan nilai pengetahuan 79%. Hasil refleksi menunjukan bahwa kretaifitas peserta didik belum maximal dalam keterampilan menulis kalimat sederhana yang menguji struktur yeks, unsur kebahasaan dan fungsi sosial.

Hal tersebut kemudian dianalisa oleh pengamat dan guru untuk tindakan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu dengan menekankan proses benar. Tindakan pembelajaran Siklus II, peserta didik menggunakan ungkapan suggestion and offering sesuai konteks penggunanya. Peserta didik diberikan media gambar menggunakan aplikasi Pixtoon yang disertai diaog pada bubble, tindakan refleksi perbakan ternyata meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif peserta didik mencapai 85% dan ketuntasan nilai pengetahuanc 83,6%. Namun catatan kolabolator masih menunjukan bahwa guru harus meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam menggunakan media Pixtoon secara langsung, peserta didik mengoperasikan media tersebut. Tidak hanya sekedar melihat media nya saja. Hal tersebut kemudian dijadikan refleksi untuk pembelajarn di siklus berikutnya yaitu menerapkan penggunaan media apikasi Pixtoon untuk meningkatkan kreatifitas peserta didik dalam menulis dialog.

Tindakan pembelajaran pada Siklus III, peserta didik mempraktikan penggunaan media Pixtoon dalam meningkatkan keterampilan menulis dialog suggestion and offering. Terjadi peningkatan partisipasi aktif, kreatif dan inovatif peserta didik yang dapat dilihat melalui penilaian afektif peserta didik yaitu 90%, dengan ketuntasan pengetahuan 85% dan ketuntasan keterampilan menulis 94%.

Perhatikan diagram berikut ini:

Gambar 1. Persentase nilai pengetahuan, nilai keterampilan, nilai afektif/sikap peserta didik pada setiap siklusnya.

Desain RPP pembelajaran berbasis TPACK menerapkan penggunaan media Pixtoon dan diintegrasikan dalam pembelajaran keterampilan menulis dialog menunjukan persentase yang meningkat daripada belajar tanpa menggunakan media atau dengan media tanpa melibatkan kreatifitas peserta didik. Adapun hasil modifikasi langkah pembelajaran tersebut dengan (1) guru menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik, (2) guru meguru menyajikan informasi terkait materi suggestion and offering, how to make dialog, untuk meningkatkan keterampilan menulis, (3) peserta didik mengamati informasi yang disajikan, (4) guru membentuk kemlompok dengan jumlah 2 peserta diidk, (5) guru membimbing kelompok belajar dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal berkaitann dengan gambar yang diamati, (6) peserta mengexplorasi media Pixtoon pada keterampilan menulis secara berkelompok, (7) peserta didik mengasosiasi pembelajaran, (8) peserta diidk mengkomunikasikan hasil tulisannya berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh.

Pada desain pembelajaran tersebut diperoleh peningkatan yang signifikan pada LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dilihat dari instrument dan rubrik penilaian yang di akumulasi. Akumulasi persentase pada nilai sikap siklus I, 70% untuk siklus II, 85% dan untuk siklus III, 90%. Dan akumulasi persentase nilai pengetahuan siklus I, 70%, siklus II 83,6% dan 84,8%. Untuk lebih jelasnya dalam melihat hasil tindakan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis penggunaan media aplikasi Pixtoon pada keterampilan menulis.

Penggunaan media Pixtoon pada pembelajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif peserta didik karena memberikan suasana belajar yang dapat membangkitkan ide, kreatifitas peserta didik juga diikuti dengan meningkatnya hasil belajar dengan baik pengetahuan maupun keterampila berbahasa. Sehingga Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dapat tercapai. Penggunaan media Pixtoon dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis dialog. Ide dan kratifitas peserta didik akan terlihat pada kreatifitas membuat ide cerita, karakter, background pada media aplikasi Pixtoon, peserta didik juga dapat menuliskan dialog sederhana pada tokoh cerita yang mereka buat. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan Media Pixtoon merupakan upaya pembaharuan pembelajaran abad 21 dengan mengaplikasikan teknologi digital dan merupakan pengembangan kualitas pembelajaran sehingga peserta didik dapat memiliki pengetahuan tentang penggunaan media Pixtoon, menerapkan keterampilan menulis dialog pada gambar yang dibuat dengan menggunakan pixtoon, dan sikap yang positif pada pasrtisipasi aktif.

Pembelajaran dilakukan pada pengkondisian peserta didik memperoleh pengalaman secara langsung melalui interaksi belajar kelompok dan lebih mudah mengingat kembali apa yang mereka buat. Hasil pengamatan pada penelitian menggambarkan seara jelas bahwa pembelajaran menggunakan media pixtoon sangat efektif meningkatkan kemampuan peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menulis. Pada ranah afektifm peserta didik dilatih untuk memiliki percaya diri, kreatifitas, inovatif dalam menuangkan ide saat membuat cerita pada Pixtoon. Sehingga belajar tidak hanya duduk, diam, mencatat dan mendengarkan saja. Tetapi proses partisipasi belajar peserta didik dalam mengembangkan ide kreatifitasnya, dan kedisiplinan juga terbentuk pada saat peserta didik saat menyelesaikan karya mereka.

Dalam proses pembelajaran, guru memaksimalkan perannya sebagai fasilitator dengan memusatkan pembelajaran pada peserta didik (Student’s center) dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan tuntutan kaidah pembelajaran saintifik bahwa dalam pembelajaran berbasis permainan komunikatif dalam kelompok peserta didik dalam mengamati, bertanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan pengalaman sebagai hasil belajar kepada peserta didik lain. Dalam hal ini peserta didik membangun pengetahuannya dengan membuat hubungan makna antara konsep membuat ide cerita dengan pixtoon dan pengetahuannya dalam proses menulis dialog. Proses ini dapat meningkatkan kemampuan daya intelektual, daya imajinasi, analisis, sintesis, dan cipta karya. Serta meningkatkan kemampuan peserta didik dalam keterampilan menulis dialog sederhana. Hasilnya menunjukan bahwa 90% peserta didik melaksanakan pembelajaran aktif. Peserta didik merangkai kosakata dengan menggunakan unsur kebahasaan, mengintegrasikan fungsi sosial dengan ide cerita yang dibuat dengan media pixtoon.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil yang disimpulkan sebagai berikut:

  1. Penggunaan media Pixtoon dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi media yang dapat menunjang keterampil menulis (writing). Penggunaan media pixtoon dibuat dan disesuaikan dengan tujuan mengembangkan kompetensi peserta didik pada ranah afektif, kognitif dan psikomotorik. Penggunaan media pixtoon harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat membuat dialog pada komik strip yang melibatkan memberi dan meminta informasi terkait saran dan tawaran (P5).
  2. Pembelajaran berbasis teknologi digital adalah pembelajaran konstruktivistik yang mengutamakan student’s centered. Kreatifitas peserta didik dalam membuat ide cerita dan dialog dengan pixtoon dapat meningkatkan pada nilai afektif, menghargai perbedaan ide, menjalin kerjasama dengan kelompok belajar, belajar mendesain dengan melibatkan daya intelektual dan daya imajinasi.
  3. Terdapat langkah baku pembelajaran saintifik berbasis penggunaan media teknologi digital ‘Pixtoon’ yaitu (1) guru menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik, (2) guru meguru menyajikan informasi terkait materi suggestion and offering, how to make dialog, untuk meningkatkan keterampilan menulis, (3) peserta didik mengamati informasi yang disajikan, (4) guru membentuk kemlompok dengan jumlah 2 peserta diidk, (5) guru membimbing kelompok belajar dengan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal berkaitann dengan gambar yang diamati, (6) peserta mengexplorasi media Pixtoon pada keterampilan menulis secara berkelompok, (7) peserta didik mengasosiasi pembelajaran, (8) peserta diidk mengkomunikasikan hasil tulisannya berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh.
  4. Penilaian otentik yang meliputi ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat melakukan penilaian sikap atau afektif melalui observasi pada saat proses pembelajaran, penilaian sikap dengan melakukan pengamatan dengan teman sejawat sehingga adanya refleksi untuk tindakan berikutnya. Penilaian kognitif diperoleh dari hasil karya yang dihasilkan oleh peserta didik, sedangkan penilaian keterampilan (psikomotor) dapat dilakukn melalui keterampilan menulis dialog atau praktik berbicara (dialog) di akhir pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:

  1. Bagi peserta didik; menerapkan teknologi digital dengan penggunaan media Pixtoon dapat membuat kondisi belajar lebih menarik, karena dapat merangsang peserta didik untuk lebih aktif, kreatif dan inovatif. Peserta didik dapat mendesain comic strip, atau picture stories dengan menggunakan media aplikasi Pixtoon. Sehingga keterampilan menulis dialog lebih menarik daripada menulis dengan tulisan teks dibuku tulis.
  2. Bagi sekolah: mengenalkan Pixtoon sebagai media pembelajaran berbasis teknologi digital yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran agar lebih menarik. Teknologi digital berupa Pixtoon ini bisa diapresiasi dan disosialisasikan sehingga mendorong tenaga pendidik lainnya untuk berkreasi dan mengembangkan pembelajarannya. Dapat memberikan kesempatan untuk guru berinovasi mengembangkan diri dan profesi dalam pendidikan, melaksanakan webminar atau seminar dan dapat disampaikan pada in house training dan pemberian reward pada guru yang kreatif, inovatif, dan berprestasi akan memberikan semangat pada guru dalam melaksanakan tugasnya.

DAFTAR PUSTAKA

 Azhar Arsyad. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers

Rudi, S., & Cepi, R. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP UPI.

Aryana, Yoki Dkk. (2018).Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi Pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Miyarso, Estu. (2019). Perencanaan Pembelajaran Inovatif. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Muhtadi, Ali (2018). Pembelajaran Inovatif. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Rudi, S., & Cepi, R. (2008). Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP UPI.

Tinggalkan Balasan